Kepala Pusat Studi Terorisme
Komisaris Jenderal Polisi (P)
Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.
Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.
Komjen Pol (P) Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel, M.Si (lahir 14 Agustus 1966) adalah seorang purnawirawan polisi dari  Kepolisian Negara Republik Indonesia yang terakhir menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Kehidupan awal
Ia lahir di Kabupaten Bogor pada tanggal 14 Agustus 1966. Ia lulus dari sekolah dasar pada tahun 1979 dan lulus sekolah menengah pertama pada tahun1982. Setelah lulus SMA pada tahun 1985 yang berlokasi di Cibinong, ia melanjutkan pendidikan di kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang dan meraih predikat Adhi Makayasa dan selanjutnya dilantik oleh Soeharto di Istana Merdeka pada tanggal 23 Juli 1988. Pada tahun 1993, ia mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian dan lulus dengan predikat terbaik. Kemudian, pada tahun 2002, ia mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan dan lulus dengan predikat terbaik untuk penulisan Naskah Strategis. Rycko juga merupakan lulusan magister Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia pada tahun 2001 dan meraih gelar doktoral pada Kajian Ilmu Kepolisian dari universitas yang sama pada tahun 2008 dengan predikat Cum Laude.
Karier
Setelah lulus dari akademi polisi, ia menjabat sebagai perwira pertama di Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) dan setahun kemudian bertugas sebagai Perwira samapta di Kepolisian Resor Jakarta Pusat (Polres Jakpus). Ia pun mendapatkan promosi sebagai Kepala Unit Reserse Kejahatan dan Kekerasan di lokasi yang sama pada tahun selanjutnya. Dua tahun kemudian, pada tahun 1992, ia menjadi Komandan Batalyon Taruna di Akpol. Tiga tahun kemudian, ia kembali ke Polres Jakpus dan menjabat sebagai Kepala Satuan (Kasat) Operasi Pusat Pengendalian Operasi dan tahun depannya menjabat sementara sebagai Kasat Reserse pada tahun 1996. Pada tahun 2000, ia kembali ke Polda Metro Jaya dan menjabat sebagai Kepala Unit Moneter Kesatuan Reserse Eselon Kepolisian Direktorat Reserse. Ia pun mendapat promosi pada tahun 2001 menjadi Wakil Kepala Kesatuan tersebut. Setelas lulus dari Sespim, ia pindah ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara sebagai Kepala Satuan II Direktorat Reserse Kriminal.
Ia pun menjadi bagian dari  Detasemen Khusus 88 Antiteror yang merupakan bagian dari Badan Reserse Kriminal pada tahun 2005 dan mendapatkan promosi atas keterlibatannya dalam detasemen ini. Setelah itu, ia pindah ke Kepolisian Daerah Jawa Barat dan menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kota Sukabumi pada tahun 2005. Ia pun kembali kembali ke Bareskrim dan menjabat sebagai Kepala Unit Direktorat II/Ekonomi dan Khusus sebelum dimutasi menjadi Kapolres Metropolitan Jakarta Utara pda tahun 2008. Ia hanya menjabat selama setahun sebelum dimutasi kembali menjadi ajudan dari Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009. Tiga tahun kemudian, ia kembali menjabat sebagai Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepolisian Masyarakat pada Bidang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kepolisian Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)  Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri dan pada tahun berikutnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat pada tahun 2013.
Pada 23 Oktober 2014, ia dimutasi kembali menjadi Ketua STIK Lemdikpol. Dua tahun kemudian, ia dimutasi kembali menjadi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara menggantikan Raden Budi Winarso. Selanjutnya, pada tahun 2017, ia menjabat sebagai Gubernur Akademi Kepolisian menggantikan Anas Yusuf. Ia pun menjabat menjadi Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah tahun 2019 menggantikan Condro Kirono. Jabatan ini hanya setahun sebelum kembali dimutasi menjadi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan menggantikan Agung Budi Maryoto. Pada tanggal 18 Februari 2021, ia dimutasi kembali menjadi Kepala Lemdiklat menggantikan Arief Sulistyanto dan pada tahun yang sama, yaitu pada tanggal 21 Juni 2021, ia diangkat sebagai Guru Besar di bidang ilmu Kajian Ilmu Kepolisian di PTIK. Dua tahun kemudian, ia menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggantikan Boy Rafli Amar. Pada tanggal 12 September 2024, karena ia memasuki masa pensiun, maka ia digantikan oleh Eddy Hartono untuk posisi ini.
