STIK Lemdiklat Polri menyelenggarakan Dialog Literasi Kebangsaan dengan tema “Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri”, sebagai langkah strategis dalam memperkuat perubahan Polri yang kultural, moral, dan intelektual. Transformasi birokrasi bukan hanya tugas struktural, tetapi gerakan nilai yang menuntut Etika dan moral, yakni kemampuan menjunjung kebenaran dan integritas dalam setiap pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini mengundang para nlNarasumeber dan Pakar Nasional yaitu:
1. Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum. (Wamenkumham RI)
2. Prof. Yudi Latif (BPIP)
3. Prof. Dr. Koentjoro (Psikologi UGM)
4. Dr. Sarah Nuraini Siregar, S.IP., M.Si.,
5. Prof. Dr. Paulus Wirutomo (UI–STIK),
6. Dr. Phil. Panji Anugrah Permana, S.IP., M.Si.
• Moderator
1. Dr. Puspitasari, S.Sos., M.Si.
Melalui perspektif Teori Strukturasi Anthony Giddens bahwa birokrasi dan Struktur Organisasi membentuk perilaku anggota namun tindakan Moral Individu juga mampu mengubah struktur tersebut ke arah yang lebih baik. Pendekatan ini diperkuat dengan gagasan Pierre Bourdieu melalui konsep habitus bahwa Etika tidak hanya lahir dari aturan tertulis, melainkan dibentuk oleh Kebiasaan baik, Keteladanan dan Budaya Organisasi.
Etika dan Moral terinternalisasi dalam kesadaran Etis Insan Bhayangkara.Value-Based Leadership merupakan Pilar Transformasi Polri. Pemimpin yang baik bukan hanya pengendali prosedur, tetapi penjaga Nilai Peradaban dalam menyampaikan kebenaran, menjaga martabat profesi, dan memprioritaskan kepentingan masyarakat, STIK Lemdiklat Polri berkomitmen menyiapkan Bhayangkara Cendekia yang menyatu dengan nilai Honesty, Integrity, Honor, dan Dignity serta percaya bahwa Transformasi Polri hanya dapat terwujud apabila moralitas menjadi pondasi birokrasi yang responsif, humanis, dan dipercaya Publik.

