PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI PASCASARJANA ILMU KEPOLISIAN

    Mahasiswa program studi S-2 bersumber dari Pegawai Negeri pada Polri yang memenuhi persyaratan, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Ketua STIK.
    1. Program Studi Pascasarjana Magister (S-2) merupakan jenjang pendidikan akademik setelah pendidikan Program Strata Satu (S-1) atau sederajat.
    1. Mahasiswa program studi S-2 bersumber dari Pegawai Negeri pada Polri yang memenuhi persyaratan, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Ketua STIK.
PENILAIAN
    Ruang lingkup penilaian dalam pembelajaran program studi magister (S-2), diberikan terhadap kegiatan:
    1. Perkuliahan
    2. Pjian
    3. Proposal usulan penelitian
    4. Seminar hasil penelitian
    5. Tesis.
  1. Penilaian perkuliahan meliputi keaktifan mahasiswa dalam tatap muka di kelas dan penugasan.
  1. Ketentuan mengenai penilaian perkuliahan pada program studi sarjana (S-1) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54, berlaku secara mutatis mutandis terhadap penilaian perkuliahan pada program studi magister (S-2).
  1. Penilaian ujian meliputi:
    1. Ujian Tengah Semester (UTS)
    2. Ujian Akhir Semester (UAS)
    3. Ujian susulan
    4. Ujian ulang.
  1. Ketentuan mengenai penilaian ujian pada program studi sarjana (S-1) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58, berlaku secara mutatis mutandis terhadap penilaian ujian pada program studi magister (S-2).
  1. Penilaian proposal usulan penelitian meliputi komponen penguasaan paparan, penelitian, materi dan tanya jawab.
  1. Selain komponen penilaian dengan indikator sebagai berikut:
    1. Ketertiban mahasiswa dalam rangka persiapan untuk pelaksanaan ujian proposal usulan penelitian
    2. Kehadiran mahasiswa dalam rangka persiapan dan pelaksanaan ujian proposal usulan penelitian berlangsung
    3. Kelengkapan persyaratan mahasiswa guna persiapan ujian proposal usulan penelitian.
  1. Penilaian proposal usulan penelitian diberikan oleh pembimbing materi dan tim penguji, yang ditunjuk berdasarkan Surat Perintah Ketua STIK.
  1. Teknis penilaian ujian proposal usulan adalah sebagai berikut :
    1. Nilai diberikan pada saat dilaksanakan ujian proposal penelitian dengan nilai akhir menggunakan angka yang ditransformasi ke dalam nilai huruf A, A-, B+, B, B-, C, D, E.
    2. Nilai penguji yang hadir, maka ketentuan bobot nilai proposal penelitian sebagai berikut:
      1. Ketua penguji dengan bobot nilai 40%
      2. Anggota penguji masing-masing dengan bobot 30%
  2. Perhitungan nilai seminar usulan penelitian dengan 3 (tiga) penguji adalah:
  3. Nilai seminar usulan penelitian = (P I X 40%) + (P II X 30%) + (P III X 30%):100

  4. Jika penguji yang hadir 2 (dua) orang, maka ketentuan bobot nilai seminar usulan penelitian sebagai berikut:
    1. Ketua penguji dengan bobot nilai 60%
    2. Anggota penguji masing-masing dengan bobot 40%
    3. Perhitungan penilaian seminar usulan penelitian dengan 2 (dua) penguji adalah:
    4. Nilai proposal penelitian = (P I X 60%) + (P II X 40%):100

  1. Penilaian seminar hasil penelitian meliputi komponen kegiatan individual mahasiswa, kedalaman metodologi, dan kemampuan mahasiswa untuk mempertahankan ide setelah melakukan penelitian.
  1. Teknis penilaian seminar hasil penelitian tesis adalah sebagai berikut:
    1. Nilai diberikan pada saat dilaksanakan ujian seminar hasil penelitian dengan nilai akhir menggunakan angka yang ditransformasi ke dalam nilai huruf A, A-, B+, B, B-, C, D, E
    2. Jika penguji yang hadir 3 (tiga) orang, maka ketentuan bobot nilai proposal penelitian sebagai berikut:
      1. Ketua penguji dengan bobot nilai 40%
      2. Anggota penguji masing-masing dengan bobot 30%
    3. Perhitungan nilai seminar usulan penelitian dengan 3 (tiga) penguji adalah:
    4. Nilai SHP= (P I X 40%) + (P II X 30%) + (P III X 30%):100

    5. Jika penguji yang hadir 2 (dua) orang, maka ketentuan bobot nilai seminar usulan penelitian sebagai berikut:
      1. Ketua penguji dengan bobot nilai 60%
      2. Anggota penguji masing-masing dengan bobot 40%
      3. Perhitungan penilaian seminar usulan penelitian dengan 2 (dua) penguji adalah:
      4. Nilai SHP = (P I X 60%) + (P II X 40%):100

  1. Penilaian tesis meliputi komponen penulisan, substansi, paparan, dan tanya jawab pada saat sidang ujian tesis.
  1. Komponen penilaian dengan indikator sebagai berikut:
    1. Penulisan, mencakup:
      1. Teknis penulisan
      2. Kesesuaian dengan tata cara penulisan tesis sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis penyusunan dan bimbingan tesis mahasiswa Pascasarjana S-2 STIK
      3. Penggunaan bahasa Indonesia dan ejaan yang baik dan benar

    2. Substansi, mencakup:
      1. Metodologi, yang meliputi:
        1. Ketepatan identifikasi permasalahan yang diformulasikan dalam judul dan fokus permasalahan/persoalan penelitian
        2. Pemilihan teori dan konsep yang relevan dengan permasalahan
        3. Penggunaan teori dan konsep yang dipilih dalam pembahasan
        4. Ketepatan alasan pemilihan/penggunaan metode penelitian berdasarkan pendekatan penelitian yang digunakannya
        5. Kesesuaian antara teknik pengumpulan data dengan instrumen penelitian, pedoman pengumpulan data, dan sampel/informan
        6. Ketepatan uraian tentang teknik analisis data dalam “Rancangan dan Pelaksanaan Penelitian” serta penggunaannya dalam “Temuan Penelitian” dan “Pembahasan”.

      2. Materi tesis, yang meliputi:
        1. Uraian "Latar Belakang Permasalahan" dapat menggambarkan secara menarik dan tepat alasan penentuan permasalahan yang diteliti dan kaitannya dengan perumusan judul
        2. Ketepatan pemilihan persoalan/pertanyaan penelitian
        3. Kejelasan uraian tentang teori dan konsep yang dipilih serta relevansinya dengan permasalahan
        4. Ketepatan uraian tentang pelaksanaan pengumpulan data dan informasi serta teknik analisis data, dikaitkan dengan pelaksanaan penelitian lapangan
        5. Temuan penelitian dapat menjawab dan menjelaskan persoalan dan pertanyaan penelitian
        6. Kedalaman penggunaan teori dan konsep yang diuraikan secara kepustakaan konseptual pada pembahasan
        7. Kesimpulan harus memuat hasil temuan lapangan dan analisis berdasarkan teori yang diajukan sebagai landasan berpikir
        8. Saran atau rekomendasi yang disampaikan berkaitan dengan permasalahan dan kesimpulan, serta dirumuskan secara rinci dan aplikatif serta ide atau inovasi penulis terhadap hasil penelitiannya.

    3. Paparan dan tanya jawab, mencakup:
      1. Paparan, yang meliputi:
        1. Kesiapan bahan yang dipaparkan
        2. Kemampuan memaparkan materi secara utuh
        3. Penguasaan materi

      2. Tanya jawab, yang meliputi:
        1. Kemampuan menjawab pertanyaan secara tepat
        2. Kemampuan mengemukakan argumentasi terhadap jawaban yang disampaikan
        3. Kemampuan memberikan penjelasan yang berkaitan dengan substansi naskah tesis.
      3. Penilaian tesis diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
        1. Nilai tertinggi ujian tesis yang dapat diberikan oleh penguji adalah nilai yang tercantum dalam skor nilai mata kuliah
        2. Nilai terendah lulus ujian tesis yang dapat diberikan oleh penguji adalah 75,00
        3. Nilai akhir ujian tesis tidak dapat dibulatkan
        4. Penilaian yang diberikan oleh Dewan Penguji berupa nilai angka, akan dikonversikan dengan nilai huruf.
      4. Teknis penilaian tesis adalah sebagai berikut:
        1. Bobot penilaian tesis yang diberikan oleh penguji apabila yang hadir 4 (empat) orang adalah :
          1. Ketua penguji : 30%
          2. Penguji 1 : 25%
          3. Penguji 2 ( pembimbing1) : 25%
          4. Penguji 3 ( pembimbing 2 ) : 20%
          5. Nilai Akhir Tesis (NAT) merupakan penjumlahan dari nilai rata-rata penguji (NRP) dikalikan bobot dibagi seratus, dengan rumus sebagai berikut :

            NAT = (NR ketua x 30+ (NRP I x 25) + (NRP II X 25) +(NRP II X 20)

        2. Bobot penilaian tesis yang diberikan oleh penguji apabila yang hadir 3 (tiga ) orang adalah :
          1. Ketua penguji : 40%
          2. Penguji 1 : 25%
          3. Penguji 2 ( pembimbing1) : 25%
          4. Penguji 3 ( pembimbing 2 ) : 10%
          5. Nilai Akhir Tesis (NAT) merupakan penjumlahan dari nilai rata-rata penguji dikalikan prosentase bobot dibagi seratus, dengan rumus sebagai berikut :

            NAT = (NR ketua x 40+ (NRP I x 25) + (NRP II X 25) +(NRP II X 10)

        3. Dalam hal pembimbing berhalangan tetap menjelang dana tau pada saat ujian, prosentase penilaian diberikan kepada pembimbing yang aada menjadi 35%.
        4. NAT = (NR ketua X 40%) + (NRP I X 25%) + (NRP II X 35%):100

        5. Apabila kedua pembimbing tidak hadir keputusan ujian diserahkan kepada bagian lembaga S2 PTIK.