PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI PASCASARJANA ILMU KEPOLISIAN
  1. Program Studi Pascasarjana Magister (S-2) merupakan jenjang pendidikan akademik setelah pendidikan Program Strata Satu (S-1) atau sederajat.
  1. Mahasiswa program studi S-2 bersumber dari Pegawai Negeri pada Polri yang memenuhi persyaratan, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Ketua STIK.
METODE PEMBELAJARAN
    Metode dan bentuk pembelajaran program studi magister (S-2) STIK meliputi:
    1. Perkuliahan
    2. Ujian
    3. Proposal usulan penelitian
    4. Seminar hasil penelitian
    5. Tesis.
  1. Perkuliahan diberikan melalui kegiatan:
    1. Tatap muka
    2. Pemberian tugas
  1. Tatap muka dilaksanakan secara langsung di kelas atau melalui sistem online, dan sebagai komponen persyaratan untuk mengikuti ujian.
  1. Pemberian tugas dapat berupa penugasan perorangan atau kelompok di bawah koordinasi dosen penanggung jawab mata kuliah yang bersangkutan, dengan ketentuan:
    1. Topik yang diberikan sesuai dengan mata kuliah yang diajarkan
    2. Jumlah penugasan untuk mata kuliah yang berbobot 1 SKS maksimal 2 (dua) penugasan, yang berbobot 2 SKS maksimal 4 (empat) penugasan, dan yang berbobot 3 SKS maksimal 6 (enam) penugasan
    3. Ketua angkatan/ketua kelas melaporkan penugasan dari dosen, kepada Ketua Program Studi S-2
    4. Hasil penugasan mahasiswa secara perorangan diserahkan kepada dosen koordinator mata kuliah atau yang ditunjuk sesuai batas waktu yang telah ditetapkan melalui sekretariat, untuk selanjutnya diserahkan kepada dosen pemberi tugas
    5. Mahasiswa wajib mengirim hasil penugasan melalui web site, e-mail/blog, dengan tembusan dosen mata kuliah dan Sekretariat Program Pascasarjana
    6. Penugasan yang dibuat mahasiswa merupakan karya perorangan atau kelompok, dan dilarang melakukan penjiplakan (plagiat)
    7. Dosen menyerahkan nilai hasil penugasan kepada Sekretariat Program Pascasarjana paling lambat 14 (empat belas) hari setelah penugasan diterima.
    Ujian meliputi:
    1. Ujian Tengah Semester (UTS)
    2. Ujian Akhir Semester (UAS)
    3. Ujian susulan
    4. Ujian ulang.
  1. UTS dan UAS diikuti oleh mahasiswa yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    1. Jumlah prosentase kehadiran minimal 80 % dalam mengikuti perkuliahan untuk setiap mata kuliah
    2. Tidak boleh lebih dari 1 (satu) kali absen secara tidak sah dalam perkuliahan (tatap muka) untuk mata kuliah dengan bobot 2 SKS atau lebih, sedangkan untuk absen kuliah dengan alasan yang sah maksimal 3 (tiga) kali
    3. Tidak boleh lebih dari 2 (dua) kali absen secara tidak sah dalam perkuliahan (tatap muka) untuk mata kuliah dengan bobot 1 SKS atau lebih, sedangkan untuk absen kuliah dengan alasan yang sah, maksimal 3 (tiga) kali.
  1. UTS dan UAS diselenggarakan di bawah koordinasi Ketua STIK melalui kegiatan:
    1. Penyusunan jadwal ujian
    2. Pengajuan pembuatan soal ujian, penyerahan soal ujian, pelaksanaan ujian, dan penyerahan lembar jawaban hasil ujian.
  1. Pengajuan pembuatan soal ujian, penyerahan soal ujian, pelaksanaan ujian, dan penyerahan lembar jawaban hasil ujian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut:
    1. Direktur Program Pascasarjana mengajukan permintaan pembuatan soal ujian kepada dosen penanggung jawab/dosen koordinator, atau didelegasikan kepada dosen yang ditunjuk
    2. Dosen penanggung jawab atas permintaan Direktur Program Pascasarjana menyerahkan soal ujian ke Sekretariat Program Pascasarjana
    3. Setelah pelaksanaan ujian, perwira pengawas ujian mengirimkan lembar jawaban hasil ujian, belangko penilaian, dan berita acara pelaksanaan ujian kepada dosen penanggung jawab.
  1. UTS dan UAS sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Soal ujian dapat berbentuk essay, pilihan ganda atau isian
    2. Jumlah soal diperhitungkan/disesuaikan dengan waktu selama-lamanya 120 menit
    3. Ujian dapat dilaksanakan di ruang ujian dan di luar ruangan apabila terdapat take home.
  1. Selain tahapan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan guna kelancaran pelaksanaan ujian, ditunjuk Perwira Pengawas melalui surat perintah Ketua STIK, yang bertugas:
    1. Mengecek kehadiran dan tempat duduk peserta ujian
    2. Membacakan tata tertib ujian dan memimpin doa
    3. Membuka sampul soal (setelah ditandatangani) oleh 2 (dua) orang peserta ujian (on campus)
    4. Menggantikan peran dosen penanggung jawab mata kuliah untuk membagikan soal naskah soal ujian dan lembar jawaban kepada peserta ujian
    5. Mengawasi pelaksanaan ujian di dalam ruangan ujian sesuai jadwal yang ditentukan
    6. Memberi peringatan, teguran, dan tindakan kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib ujian
    7. Mencatat semua kejadian selama proses ujian dalam berita acara pelaksanaan pengawasan ujian
    8. Menyerahkan lembar jawaban ujian dan berita acara pelaksanaan pengawasan ujian kepada Direktur Program Pascasarjana melalui Kaprodi S-2.
  1. Guna ketertiban pelaksanaan UTS dan UAS, mahasiswa wajib mematuhi tata tertib ujian sebagai berikut:
    1. Sebelum ujian berlangsung:
      1. Peserta ujian wajib berada di lokasi ujian paling lambat 10 (sepuluh) menit sebelum ujian dimulai, dan diizinkan memasuki ruang ujian apabila perwira pengawas ujian telah berada di ruang ujian
      2. Peserta ujian wajib duduk di kursi ruang ujian yang telah ditentukan dan dilarang berpindah atau bertukar tempat duduk ujian, kecuali atas perintah perwira pengawas ujian
      3. Peserta ujian dilarang mengikuti ujian apabila terlambat lebih dari 30 (tiga puluh) menit setelah ujian dimulai
      4. Peserta ujian yang terlambat kurang dari 30 (tiga puluh) menit, dapat memasuki ruang ujian atas izin perwira pengawas ujian
      5. Peserta ujian hanya dibenarkan membawa alat-alat yang diperlukan dan diperkenankan untuk kepentingan ujian
      6. Apabila ujian bersifat open book, peserta ujian diizinkan membawa dan menggunakan catatan kuliah dan buku referensi terkait mata kuliah yang diujikan, serta laptop (apabila dipersyaratkan membawa laptop)
    2. Selama ujian berlangsung:
      1. Peserta ujian wajib menandatangani daftar hadir
      2. Peserta ujian dilarang keluar atau masuk ruang ujian selama ujian berlangsung tanpa seizin perwira pengawas ujian
      3. Peserta ujian dilarang pinjam meminjam alat tulis selama ujian berlangsung
      4. Peserta ujian dilarang berkomunikasi dengan peserta lain secara lisan, tulisan, menggunakan kode, maupun alat komunikasi lainnya, serta membuat kegaduhan di ruang ujian
      5. Peserta ujian dilarang makan, minum, dan merokok di ruang ujian
      6. Apabila ujian bersifat closed book, peserta ujian dilarang:
        1. Menyontek dari lembar jawaban ujian dari peserta lain atau memberi contekan kepada peserta ujian lain
        2. Menggunakan buku atau catatan, peralatan komunikasi dan elektronik (tape recorder, telepon seluler, kamera, laptop, dan lain-lain), serta akses internet
      7. Apabila ujian bersifat open book, peserta ujian dilarang:
        1. Menyontek dari lembar jawaban ujian peserta lain atau memberi contekan kepada peserta ujian lain
        2. Pinjam meminjam buku, catatan, dan referensi serta peralatan komunikasi dan elektronik antarpeserta ujian
      8. Peserta ujian dilarang berkomunikasi dengan perwira pengawas ujian, kecuali terdapat permasalahan naskah ujian (fisik naskah soal/lembar jawaban ujian dalam kondisi rusak, nomor atau redaksi soal ujian yang kurang jelas
      9. Peserta ujian wajib menyerahkan lembar jawaban ujian kepada perwira pengawas ujian apabila telah selesai atau ujian dinyatakan berakhir, dan meninggalkan ruang ujian atas izin perwira pengawas ujian.
  1. Ujian susulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 huruf c, diikuti oleh mahasiswa yang tidak mengikuti UTS/UAS karena sakit atau izin, yang dinyatakan dengan surat keterangan yang sah dari pejabat berwenang.
  1. Ujian susulan dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut:
    1. Mahasiswa mengajukan permohonan ujian susulan secara tertulis melalui ketua angkatan, kepada Direktur Program Pascasarjana dengan tembusan Kaprodi S-2
    2. Direktur Pascasarjana atau Kaprodi S-2 membuat permohonan soal ujian susulan kepada dosen koordinator mata kuliah yang bersangkutan
    3. Setelah disepakati oleh dosen koordinator atau dosen penanggung jawab mata kuliah, ujian susulan dilaksanakan secara tertulis di Kampus STIK paling lambat 7 (tujuh) hari setelah UTS dan UAS.
  1. Mahasiswa hanya diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan sebanyak 1 (satu) kali.
  1. Ujian ulang diikuti oleh mahasiswa yang memiliki nilai “B-“ (B minus) pada mata kuliah.
  1. Ujian ulang dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:
    1. Mahasiswa mengajukan permohonan ujian ulang secara tertulis melalui ketua angkatan, kepada Direktur Program Pascasarjana
    2. Direktur Program Pascasarjana membuat permohonan soal ujian ulang kepada dosen penanggung jawab mata kuliah yang bersangkutan
    3. Setelah disepakati oleh dosen penanggung jawab mata kuliah, ujian ulang dilaksanakan secara tertulis di kampus STIK paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah pengumuman nilai akhir semester
    4. Dosen penanggung jawab mata kuliah memberikan penilaian hasil ujian ulang selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari setelah ujian dilaksanakan
    5. Terhadap mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian ulang, nilai yang diperoleh paling tinggi B (70-80), tetapi tidak boleh lebih tinggi dari nilai terendah mahasiswa yang mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan.
  1. Mahasiswa hanya diberikan kesempatan mengikuti ujian ulang 1 (satu) kali untuk paling banyak 2 (dua) mata kuliah, dan tidak diberikan kesempatan mengikuti perbaikan.
  1. Proposal usulan penelitian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf c, diikuti oleh mahasiswa yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    1. Telah menyelesaikan mata kuliah dengan IPK minimal 3,00
    2. Telah menyelesaikan penulisan proposal usulan penelitian tesis.
  1. Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ujian proposal usulan penelitian dinyatakan sah apabila telah mendapat persetujuan dari para dosen penguji serta memperoleh penilaian.
  1. Mahasiswa yang berhalangan mengikuti ujian proposal usulan penelitian, dapat melakukan penjadwalan ulang mengikuti ujian berikutnya dengan batas waktu tertentu.
  1. Apabila batas waktu tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak dapat dipenuhi, mahasiswa yang dinyatakan gagal untuk melanjutkan penelitian dalam rangka kegiatan ujian tesis.
  1. Seminar hasil penelitian sebagai metode pembelajaran mahasiswa dalam membahas suatu permasalahan yang bersumber dari usulan penelitian mahasiswa dan hasil penelitian dilapangan.
  1. Seminar hasil penelitian diikuti oleh mahasiswa yang dinyatakan lulus pada pengujian proposal usulan penelitian.
    Tesis diikuti oleh mahasiswa yang persyaratan ketentuan sebagai berikut:
    1. Teruji dan telah lulus semua mata kuliah dan memiliki Indeks Prestasi (IP) terakhir, minimal 3,00
    2. Penulisan naskah Tesis telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam Keputusan Ketua STIK tentang petunjuk teknis penyusunan dan pembimbingan tesis mahasiswa Pascasarjana S-2, dan telah disetujui oleh pembimbing materi.