PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI SARJANA ILMU KEPOLISIAN (S-1)

Program Studi S-1 STIK merupakan program pendidikan yang lulusannya diarahkan pada penguasaan konsep, teori, dan disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau seni tertentu. Mahasiswa program studi S-1 bersumber dari Pegawai Negeri pada Polri yang memenuhi persyaratan, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Ketua STIK.

SANKSI AKADEMIK
Terhadap mahasiswa yang melakukan pelanggaran selama mengikuti pendidikan dan pembelajaran program studi sarjana (S-1), dikenakan sanksi akademik berupa:
  1. Larangan mengikuti UTS/UAS
  2. Larangan mengikuti ujian skripsi
  3. Teguran dan peringatan
  4. Pemberhentian dari pelaksanaan ujian
  5. Tidak mendapat penilaian mata kuliah dari dosen
  6. Urun tingkat (drop in)
  7. Pencabutan hak sebagai mahasiswa (drop out)
  1. Sanksi berupa larangan mengikuti UTS/UAS apabila mahasiswa:
    1. Tidak memenuhi persyaratan.
    2. Tidak hadir lebih dari 30 (tiga puluh) menit setelah ujian dinyatakan dimulai oleh pengawas ujian.
  1. Sanksi berupa larangan mengikuti ujian skripsi apabila mahasiswa.
    1. Tidak memenuhi persyaratan.
    2. Tidak hadir lebih dari 30 menit, dari jadwal ujian skripsi yang telah ditetapkan dan disepakati oleh Ketua Dewan Penguji Skripsi.
  1. Sanksi berupa teguran dan peringatan diberikan oleh perwira pengawas ujian kepada mahasiswa yang selama ujian berlangsung.
    1. Melanggar tata tertib ujian.
    2. Tidak menyerahkan lembar jawaban ujian setelah ujian dinyatakan berakhir oleh pengawas ujian
  1. Sanksi berupa pemberhentian dari pelaksanaan ujian apabila mahasiswa pada saat ujian berlangsung.
    1. Melanggar tata tertib ujian, dan mahasiswa langsung mendapat nilai “D”.
    2. Mendapat sanksi berupa teguran dan peringatan lebih dari 3 (tiga) kali, tetapi mahasiswa tetap mendapat penilaian dari dosen.
  1. Sanksi berupa tidak mendapat penilaian mata kuliah dari dosen apabila mahasiswa terbukti melanggar tata tertib ujian (menyontek).

  2. Pengenaan sanksi, tidak menggugurkan pengenaan sanksi terhadap penilaian mental kepribadian.
  1. Sanksi berupa turun tingkat (drop in), apabila mahasiswa:
    1. Tidak memenuhi ketentuan kelulusan dalam perkuliahan dan kelulusan dalam UTS dan UAS.
    2. Tidak lulus ujian ulang.
    3. Terbukti menyontek dan dikenakan sanksi berupa nilai “D” atau tidak mendapat penilaian dari dosen.
  1. Terhadap mahasiswa yang mendapat sanksi berupa turun tingkat (drop in), wajib mengikuti perkuliahan dan ujian mata kuliah di semester yang sama pada angkatan tahun berikutnya, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Ketua STIK.
  1. Sanksi berupa pencabutan hak sebagai mahasiswa (drop out), apabila mahasiswa:
    1. Dinyatakan oleh dewan penguji/dewan akademik memenuhi unsur plagiat terhadap penugasan dan skripsi yang dibuat.
    2. Dinyatakan tidak lulus setelah menjalani sanksi turun tingkat (drop in) dengan mengikuti perkuliahan dan ujian mata kuliah pada angkatan tahun berikutnya.
  1. Pencabutan hak sebagai mahasiswa (drop out, ditetapkan melalui sidang dewan pertimbangan akademik.

  2. Mahasiswa yang mendapat sanksi pencabutan hak sebagai mahasiswa (drop out), dikembalikan kepada Satuan Kerja asal dan tidak dapat mengikuti kembali pendidikan di STIK.
KELULUSAN & YUDISIUM
  1. Mahasiswa dinyatakan lulus dari pendidikan program studi sarjana (S-1) STIK dengan ketentuan:
    1. Telah lulus semua mata kuliah, Latprostaf, kegiatan Dianmas, seminar sekolah, dan ujian skripsi.
    2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) > 2,00.
    3. Nilai mental kepribadian minimal 85,00.
  1. Mahasiswa yang telah memenuhi ketentuan kelulusan, dapat mengikuti yudisium dan wisuda.

  2. Yudisium dinyatakan dengan IPK, predikat, dan keterangan, dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. IPK 2,00 sampai dengan 2,75, tanpa predikat, dan keterangan lulus.
    2. IPK 2,76 sampai dengan 3,00, dengan predikat “MEMUASKAN”.
    3. IPK 3,01 sampai dengan 3,50, dengan predikat “SANGAT MEMUASKAN”.
    4. IPK 3,51 sampai dengan 4,00, dengan “CUMLAUDE (Pujian)”, dan keterangan tanpa nilai “C”.
  1. Dalam hal mahasiswa memperoleh rentang IPK 3,51 sampai dengan 4,00 dan terdapat mata kuliah dengan nilai “C”, kepadanya diberikan predikat “SANGAT MEMUASKAN”.

Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus, mengikuti yudisium, dan wisuda, diberikan dan berhak menyandang gelar akademik Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K).