PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI SARJANA ILMU KEPOLISIAN (S-1)

Program Studi S-1 STIK merupakan program pendidikan yang lulusannya diarahkan pada penguasaan konsep, teori, dan disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau seni tertentu. Mahasiswa program studi S-1 bersumber dari Pegawai Negeri pada Polri yang memenuhi persyaratan, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Ketua STIK.

PENILAIAN

Ruang lingkup penilaian dalam pembelajaran program studi sarjana (S-1), diberikan terhadap kegiatan:

  1. Pra perkuliahan
  2. Perkuliahan
  3. latihan prosedur staf (Latprostaf)
  4. Pengabdian kepada masyarakat (Dianmas)
  5. Seminar sekolah
  6. Ujian (UTS, UAS, ujian susulan, dan ujian ulang)
  7. Skripsi
  1. Penilaian pra perkuliahan diberikan terhadap:
    1. Management Training Level II (MTL II)
    2. Outward Bound (OB) atau Ulet
    3. Neuro Associative Conditioning (NAC)
    4. Kursus Intensif Bahasa Inggris (KIBI)
  1. Penilaian Management Training Level (MTL) II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, dilakukan oleh tutor dan pengawas, dengan komponen:
    1. Kehadiran, dengan indikator presentase kehadiran mahasiswa dalam setiap kegiatan sebanyak minimal 90 %
    2. Pre test, dengan indikator mahasiswa mengetahui tentang kegiatan MTL II
    3. Penugasan, dengan indikator mahasiswa mengetahui dan dapat melaksanakan setiap tugas yang diberikan oleh Tutor
    4. Post test, dengan indikator mahasiswa mampu memahami dan memberikan solusi dari setiap penugasan yang diberikan oleh Tutor
    5. Keaktifan kelas, dengan indikator:
      1. Mahasiswa dapat menjawab persoalan dan dapat memecahkan masalah (problem solving)
      2. Mahasiswa dapat memahami secara utuh semua materi pelatihan yang diterima
  1. Penilaian Outward Bound (OB) dilakukan oleh tim penilai dan hasilnya dilaporkan kepada penanggung jawab pelaksana kegiatan, dengan komponen:
    1. Kehadiran, dengan indikator mahasiswa mengikuti dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan
    2. Sikap perilaku, dengan indikator mahasiswa mampu berperilaku baik dan bertanggung jawab kepada sindikatnya
    3. Kepemimpinan
    4. Ketaatan terhadap ketentuan/peraturan
  1. Penilaian Neuro Associative Conditioning (NAC), dilakukan oleh tutor trainer dan perwira pengawas, dengan komponen:
    1. Kehadiran, dengan indikator mahasiswa hadir tepat waktu, disiplin dan mengikuti semua kegiatan yang diberikan oleh tutor
    2. Sikap perilaku, dengan indikator mahasiswa mampu bersikap sopan santun terhadap sesama
    3. Pola pikir, dengan indikator mahasiswa memiliki pola pikir yang baik terhadap situasi yang dihadapi
    4. Kemampuan, dengan indikator mahasiswa dapat menjalin dan membangun komunikasi hubungan dan kerja sama secara pribadi
  1. Penilaian Kursus Intensif Bahasa Inggris (KIBI) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, dilakukan oleh tutor dan pengawas, dengan komponen:
    1. Kehadiran, dengan indikator mahasiswa hadir tepat waktu
    2. Grammar, dengan indikator mahasiswa aktif berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris
    3. Interview speaking, dengan indikator mahasiswa aktif dalam melakukan wawancara dan tanya jawab dengan menggunakan bahasa Inggris
    4. Pre test, dengan indikator kemampuan awal mahasiswa tentang bahasa inggris
    5. Post test, dengan indikator kemampuan akhir mahasiswa setelah mengikuti KIBI
  1. Penilaian perkuliahan meliputi keaktifan mahasiswa dalam tatap muka di kelas dan penugasan
  1. Penilaian keaktifan mahasiswa dalam tatap muka di kelas, dengan komponen:
    1. Kehadiran, ketertiban, dan aspek kepribadian mahasiswa di kelas
    2. Tanya jawab, diskusi, tanggapan, dan penjelasan terhadap materi perkuliahan
    3. Penyajian dan partisipasi dalam diskusi
    4. Kemampuan menyampaikan permasalahan aktual yang relevan dengan analisis, berdasarkan teori dan konsep dalam mata kuliah
  1. Penilaian dalam penugasan mahasiswa diberikan dengan mekanisme sebagai berikut:
    1. Dosen menyerahkan nilai penugasan kepada Kabag Lakdikjarlat Bid Akademik paling lambat bersamaan dengan penyerahan nilai UTS dan atau UAS
    2. Kabag Lakdikjarlat Bid Akademik mengumumkan nilai penugasan mahasiswa melalui perwakilan mahasiswa (Opsdik)
  1. Penilaian keaktifan mahasiswa digunakan sebagai tambahan nilai penugasan yang diberikan dosen dan bukan sebagai tambahan nilai akhir mata kuliah, dengan mekanisme penyerahan nilai keaktifan dilakukan sebelum pengumuman nilai akhir mata kuliah
  1. Penilaian perkuliahan merupakan kewenangan dosen penanggung jawab
  1. Penilaian Latprostaf diberikan berdasarkan seluruh kegiatan yang dilakukan mahasiswa baik secara perorangan maupun kelompok
  1. Komponen penilaian Latprostaf secara perorangan:
    1. Keikutsertaan dalam pelatihan, yaitu berdasarkan jumlah kehadiran peserta pelatihan
    2. Keikutsertaan dalam kerja sama kelompok, yaitu keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi berdasarkan pendekatan teori dan konsep serta pengalaman
    3. Kemampuan dalam menyusun dan menjalankan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan
    4. Ketepatan waktu dalam menyelesaikan RIL sesuai jadwal waktu yang sudah ditetapkan
    5. Penuangan dan penulisan semua produk perorangan yang sesuai ketentuan tata naskah dinas Polri
    6. Kemampuan membuat laporan akhir (kompilasi seluruh kegiatan pelatihan) dan menyerahkan kepada Baglakdikjarlat Bid Akademik sebelum pelaksanaan kegiatan Dianmas
  1. Komponen penilaian Latprostaf secara kelompok, meliputi penyiapan posko latihan (panel data dan tabulasi), produk yang dibuat, dan ketepatan waktu penyerahan
  1. Penilaian latprostaf diberikan oleh para pengendali yang terdiri atas para Pamen STIK, yang ditunjuk berdasarkan surat perintah Ketua STIK
  1. Penilaian kegiatan Dianmas meliputi:
    1. Kegiatan perorangan mahasiswa
    2. Kerja sama dalam kelompok
    3. Manajerial dan kepemimpinan
  1. Penilaian kegiatan perorangan mahasiswa huruf a, dengan komponen:
    1. Kegiatan ceramah, penyuluhan, dan tatap muka, dengan aspek penilaian mencakup penyiapan materi, penyampaian materi, diskusi bersama audiens, dan pembuatan laporan kegiatan
    2. Kegiatan sosial, dengan aspek penilaian mencakup keikutsertaan dalam pelatihan dan keterampilan, kerja bakti, olahraga bersama, kesenian, pemberian bantuan dan pertolongan
  1. Penilaian kerja sama dalam kelompok meliputi komponen kontribusi mahasiswa dalam kelompok, keaktifan, kreatifitas, dan inisiatif dalam penyelesaian laporan tugas kelompok
  1. Penilaian manajerial dan kepemimpinan meliputi komponen kegiatan mulai dari tahap persiapan dan pembekalan, pengorganisasian/kepanitiaan, pelaksanaan, sampai dengan pembuatan laporan akhir
  1. Penilaian kegiatan Dianmas, diberikan oleh:
    1. Kepala kesatuan kewilayahan, untuk penilaian aspek keaktifan mahasiswa, kerja sama dalam kelompok, manajerial dan kepemimpinan, dengan bobot 20
    2. Perwira pendamping, untuk penilaian aspek aktifitas mahasiswa, kerjasama dalam kelompok manajerial dan kepemimpinan, dengan bobot 50
    3. Kaposko, untuk penilaian aspek administratif, dengan bobot 30
  1. Penilaian kegiatan seminar sekolah meliputi:
    1. Kegiatan perorangan mahasiswa
    2. Kerja sama dalam kelompok
    3. Manajerial dan kepemimpinan
  1. Penilaian kegiatan perorangan mahasiswa dengan komponen:
    1. Keterlibatan mahasiswa dalam tahap persiapan dan pelaksanaan seminar sekolah
    2. Kehadiran mahasiswa dalam tahap persiapan dan pelaksanaan pada saat seminar sekolah berlangsung
    3. Keaktifan mahasiswa dalam sesi tanya jawab dan diskusi
  1. Penilaian kerja sama dalam kelompok meliputi komponen kontribusi mahasiswa dalam kelompok, keaktifan, kreatifitas dan inisiatif dalam mempersiapkan serta melaksanakan seminar sekolah
  1. Penilaian manajerial dan kepemimpinan meliputi komponen kegiatan mulai dari tahap persiapan dan pembekalan, pengorganisasian/kepanitiaan, pelaksanaan, sampai dengan pembuatan laporan akhir
  1. Penilaian kegiatan seminar sekolah, diberikan oleh:
    1. Pendamping (panitia kerja seminar sekolah yang dibantu oleh Gadik dan Patun), untuk penilaian aspek persiapan seminar sekolah (aktifitas perorangan dan kerja sama dalam kelompok), dengan bobot 60
    2. Tim penilai, untuk penilaian pada saat pelaksanaan seminar, dengan bobot 40
  1. Pendamping dan tim penilai ditunjuk berdasarkan surat perintah Ketua STIK
  1. Penilaian ujian meliputi:
    1. Ujian Tengah Semester (UTS)
    2. Ujian Akhir Semester (UAS)
    3. Ujian susulan
    4. Ujian ulang
  1. Penilaian ujian diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Sistem penilaian mengacu pada Penilaian Acuan Patokan (PAP)
    2. Nilai hasil ujian yang diberikan dosen menggunakan angka dari 0 s.d. 100, disebut Nilai Angka (NA)
    3. Penilaian kelulusan dalam ujian perbaikan/ulang mempertimbangkan nilai yang telah dicapai sebelumnya
  1. Perumusan penilaian ujian adalah sebagai berikut:
    1. Nilai Mata Kuliah (NMK) adalah gabungan dari nilai-nilai Akhir Trisemester (UAT) atau Ujian Akhir Semester (UAS), dan nilai penugasan (TGS) dari dosen.
    2. Bagi mata kuliah yang berbobot 1 (satu) SKS hanya dilakukanUAT/UAS dan penugasan dengan perbandingan 60:40, rumus perhitungan:
    3. NILAI MK = (UAT/UAASX60)+(TGSX40):100

    4. Bagi mata kuliah yang berbobot 2 dan 3 SKS dilakukan UTT/UAS, UAT/UAS dengan penugasan dengan perbandingan 30:50:20, rumus perhitungan:
    5. NILAI MK = (UTT/UTSX30)+(UAT/UASX50)+(TGSX20):100

  1. Penilaian skripsi diberikan terhadap naskah skripsi yang telah dinyatakan orisinil (tidak plagiat)
  1. Penilaian skripsi merupakan penggabungan dari nilai yang diberikan oleh:
    1. Ketua penguji, dengan bobot 40
    2. Anggota penguji I, dengan bobot 30
    3. Anggota penguji II (pembimbing), dengan bobot 30
  1. Dalam hal anggota penguji II (pembimbing) berhalangan hadir pada saat pelaksanaan ujian skripsi, tetap dapat mengirim hasil penilaian (terhadap proses pembimbingan dan naskah skripsi), dengan perubahan komposisi bobot penilaian sebagai berikut:
    1. Nilai dari ketua penguji, dengan bobot 50
    2. Nilai dari anggota penguji I, dengan bobot 30
    3. Nilai dari anggota penguji II (pembimbing) dengan bobot 20
  1. Dalam hal anggota penguji II (pembimbing) berhalangan hadir pada saat pelaksanaan ujian skripsi dan tidak mengirimkan nilai, perubahan komposisi bobot penilaian sebagai berikut:
    1. Nilai dari ketua penguji, dengan bobot 50
    2. Nilai dari anggota penguji I, dengan bobot 30
    3. Nilai dari anggota penguji II (pembimbing) dengan bobot 20
  1. Nilai akhir skripsi dinyatakan sah apabila naskah perbaikan skripsi telah ditandatangani oleh dewan penguji dan telah diserahkan kepada Kabag Lakdikjarlat Bid Akademik
  1. Nilai akhir skripsi dihitung dengan rumus jumlah nilai awal (NA) dari masing-masing penguji dikalikan dengan bobot, dan dibagi 100, dengan penulisan bilangan berlaku dua angka di belakang koma
  1. Penghitungan Nilai Akhir Skripsi adalah sebagai berikut:
    1. Penilaian ujian skripsi yang diberikan ketua, Anggota I dan Anggota II (pembimbing)dengan bobot:
    2. Ketua                                 : 40%

      Anggota I                          : 30%

      Anggota II (pembimbing) : 30%

      Nilai akhir skripsi (NAS) merupakan penjumlahan dari rata-rata Ketua dan anggota X bobot : jumlah bobot dengan rumus sebagai berikut :

      NAS = (NRK X 40 )+(NRA I X 30)+(NRA II X 30):100

    3. Penilaian ujian skripsi yang diberikan ketua, dan Anggota I sedangkan Anggota II (pembimbing) tidak hadir dengan bobot:
    4. Ketua                                 : 50%

      Anggota I                          : 30%

      Anggota II (pembimbing) : 20%

      Nilai akhir skripsi (NAS) merupakan penjumlahan dari rata-rata Ketua dan anggota X bobot : jumlah bobot dengan rumus sebagai berikut :

      NAS = (NRK X 50 )+(NRA I X 30)+(NRA II X 20):100