Jakarta, 05 September 2019

Bareskrim Polri Amankan Sindikat Pembuat Uang Palsu Senilai Rp190 Miliar


Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Sindikat pembuat mata uang palsu dari berbagai negara berhasil diungkap Direktorat Tindak Pidana Ekonomis Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri.

Selain mengamankan 10 tersangka dengan inisial N, BD, M, TR, JH, SM, CH, L, AH, dan H. Petugas juga menyita mata uang palsu dari berbagai negara. Mereka ditangkap di Jawa Tengah dan 6 tersangka terakhir ditangkap di Jakarta dan Bandung.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa “Ini cukup beragam, uang palsu mulai dari rupiah dan berbagai macam mata uang asing baik di Asia sampai Eropa,” jelasnya di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/19).

Sebanyak 10 orang tersangka ditangkap dalam kasus ini. Mereka ditangkap di Jakarta, Bandung dan Jawa tengah selama Juni hingga Agustus 2019. “Ini dengan menggunakan alat cetak yang cukup canggih, beratnya sekitar 3 ton, artinya kualitas uang palsu ini mendekati sempurna. Dia juga menggunakan plat uang ini yang sudah seperti hampir yang sebenarnya,” jelas Jenderal Bintang Satu tersebut.

Sementara itu, Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Helmy Santika menyampaikan “terakhir kami amankan 6 orang tersangka dari sindikat ini dan sejumlah barang bukti mata uang palsu dari berbagai negara, yakni Rupiah, Dolar Singapura dan pecahan uang Kazakhtan dan Poundsterling,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Polisi menyita sekitar 2.000 lembar uang palsu berbagai mata uang. Jika disetarakan dengan rupiah asli, nilai uang palsu yang disita mencapai Rp 190 miliar. “Kalau dilihat dari jumlahnya, ini kalau dinilai ke rupiah, Rp 190 miliar semuanya,” jelas Wadir Tipideksus Bareskrim Polri.

Saat ini Polisi masih mendalami motif pelaku membuat dan mengedarkan uang palsu tersebut, termasuk target pemasarannya. Para tersangka dijerat pasal 36 ayat 2 undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dan Pasal 244 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun.