Jakarta, 28 Agustus 2019

Polri: 1.750 Akun dan 32.000 Konten Sensitif Terkait Papua Diblokir


Tribratanews.polri.go.id – Jakarta.Polri terus melakukan patroli siber meskipun situasi di Papua saat ini sudah kondusif. Berdasarkan hasil patroli siber hingga hari ini, Polri mencatat, ada 32 ribu konten diblokir dan ribuan akun di report abuse.

“Patroli siber itu gabungan antara Polri dengan BSSN dan Kemenkoninfo. Hoaks cukup banyak kemudian dari 32 ribu konten yang sudah dilakukan maping sekitar 1.750 akun lebih yang sudah diajukan untuk dilakukan pemblokiran dan take down oleh Kemenkominfo,” jelas Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Selasa (27/08/19).

Pemblokiran terhadap konten dan akun tersebut dilakukan sejak 17 Agustus hingga Selasa kemarin. Jenderal bintang satu tersebut mengatakan langkah tersebut untuk memitigasi konten-konten sensitif yang bertebaran di Papua.

“Yang paling banyak adalah di Facebook, karena kita ketahui bersama Facebook ini untuk kalangan akar rumput, kemudian nomor 2 adalah Twitter, nomor 3 baru Youtube, nomor 4 itu sebagian kecil adalah Instagram,” terang Karo Penmas Divisi Humas Polri.

Selain konten yang di report abuse, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan pelambatan internet di Papua pun menurutnya sudah melalui kajian komperhensif dalam rangka untuk mempertahankan kedaulatan NKRI.

“Karena kita ketahui dari patroli siber ini bukan dari dalam negeri saja, jadi sudah ada mapping dari beberapa pihak di luar negeri pun melakukan kegiatan-kegiatan dengan menggunakan akses media sosial dalam rangka untuk memperkeruh situasi di dalam negeri,” tutup Alumnus Akabri tahun 1990