Manokwari, 21 Agustus 2019

Polri Tambah 600 Personel Jaga Keamanan Manokwari dan Sorong


Tribratanews.polri.go.id – Manokwari. Kapolda Papua Barat, Brigjen. Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si., menjelaskan, ada penambahan 600 pasukan di Manokwari dan Sorong pasca kerusuhan yang terjadi pada Senin (19/8/2018). Penambahan personel dilakukan guna menjaga sejumlah objek vital, meski situasi sudah kondusif.

“Penambahan pasukan ini untuk lebih meyakinkan pengamanan objek-objek vital yang ada di Papua Barat, agar kejadian kemarin tidak terulang lagi,” jelas Kapolda Papua Barat, Selasa (20/8/2019) malam.

Kapolda menjelaskan, pasukan BKO Brimob yang didatangkan berasal dari Polda Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku dan Bali. Jumlahnya ada 6 SST atau 600 personel. Pembagiannya, 4 SST di Manokwari dan 2 SST di Sorong.

Menurut Kapolda, penambahan BKO Brimob 4 SSK di Manokwari ini bukan karena Manokwari tidak aman. Namun, hanya untuk mengantisipasi agar ada keberlanjutan situasi yang sudah aman tersebut.

Sementara untuk Sorong ditempatkan BKO Brimob 2 SSK, karena di wilayah itu akan didukung dari Mako Armada III, Pasukan Marinir III, Korem 171 dan Lantamal XIV.

“Untuk di Sorong memang masih ada kumpulan massa yang sengaja memancing petugas, dan juga berusaha untuk masuk ke kantor wali kota. Namun, hal itu berhasil dicegah,” jelas Jenderal Bintang Satu itu.

Sebelumnya, kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/19) kemarin. Kerusuhan dipicu oleh dugaan rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Dalam peristiwa itu, gedung DPRD Papua Barat dan kantor Majelis Rakyat Papua dibakar massa. Sejumlah jalan utama di Kota Manokwari juga ditutup.